dulu jauh sebelum memakai Blackberry sebagai saran berkomunikasi, saya sudah mendengar adanya aplikasi Foursquare. ketika mencari tahu dan memahami kinerja, hal yang terlintas diotak saya adalah sungguh ini aplikasi tidak penting. bagamana tidak, buat apa anda melaporkan dimana posisi anda saat ini, terlebih lagi anda bukan selebritis yang rasanya lokasi anda perlu diketahui banyak orang.
setelah sudah memakai blackberry, keingintahuan saya justru saya salurkan dengan menginstall program tersebut. sekedar menjawab "ada apa denga foursquare?" diotak saya. ternyata setelah saya mencoba rajin di perangkat tersebut. saya mengetahui salah satu kunci kesuksesan socnet ini (paling tidak menurut kacamata saya). tidak lebih adalah PAMER/NARSISME.
Ketika facebook menghentak dengan narsisme IMAGE dan twitter ke narsisme PEMIKIRAN, foursquare membentuk gengsi baru melalui narsisme KEBERADAAN. narsisme tersebut lebih lengkapnya saya jabarkan melalui dua point ini:
1. pamer LOKASI
"@ starbuck Grand Indonesia" adalah salah satu poin dimana seorang individu dengan bangganya memamerkan posisinya yang sedang berada di starbuck cafe yang terkenal bergengsi. "@ PT Bakrie Telecom" adalah saat dimana dia memamerkan statusnya lewat sebuah penunjukan lokasi. dan sekian banyak lagi caranya.
2. Pamer Badge
Selain lokasi, yang dijadikan ajang pamer adalah badge. karena dengan seberapa banyak badge yang dia punya, semakin terlihat aktifnya "orang tersebut meloncat" dengan berbagai kondisi. hal ini turut pula dijadikan foursquare untuk menjaga loyalitas para subscriber nya untuk terus berperang dengan banyak orang demi memamerkan Badge siapa yang paling banyak.
3. Pamer MAYOR
Ketika menjadi MAYOR, kebanggan sangat kuat. karena sejenak dia merasa menjadi orang paling senior ditempat tersebut (walaupun bahkan dia tidak mengenali siapa yang memiliki tempat itu :)) dan berdasarkan pengalaman saya, orang akan sangat merasa "terhina" ketika gelar tersebut berpindah tangan. hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan bentuk promosi memanfaatkan egoisme orang untuk mendapatkan gelar mayor.
so, lets check in now?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar