Kamis, September 30, 2010

Located application: Narsisme atau sekedar Informasi

dulu jauh sebelum memakai Blackberry sebagai saran berkomunikasi, saya sudah mendengar adanya aplikasi Foursquare. ketika mencari tahu dan memahami kinerja, hal yang terlintas diotak saya adalah sungguh ini aplikasi tidak penting. bagamana tidak, buat apa anda melaporkan dimana posisi anda saat ini, terlebih lagi anda bukan selebritis yang rasanya lokasi anda perlu diketahui banyak orang.

setelah sudah memakai blackberry, keingintahuan saya justru saya salurkan dengan menginstall program tersebut. sekedar menjawab "ada apa denga foursquare?" diotak saya. ternyata setelah saya mencoba rajin di perangkat tersebut. saya mengetahui salah satu kunci kesuksesan socnet ini (paling tidak menurut kacamata saya). tidak lebih adalah PAMER/NARSISME.

Ketika facebook menghentak dengan narsisme IMAGE dan twitter ke narsisme PEMIKIRAN, foursquare membentuk gengsi baru melalui narsisme KEBERADAAN. narsisme tersebut lebih lengkapnya saya jabarkan melalui dua point ini:

1. pamer LOKASI
"@ starbuck Grand Indonesia" adalah salah satu poin dimana seorang individu dengan bangganya memamerkan posisinya yang sedang berada di starbuck cafe yang terkenal bergengsi. "@ PT Bakrie Telecom" adalah saat dimana dia memamerkan statusnya lewat sebuah penunjukan lokasi. dan sekian banyak lagi caranya.

2. Pamer Badge


Selain lokasi, yang dijadikan ajang pamer adalah badge. karena dengan seberapa banyak badge yang dia punya, semakin terlihat aktifnya "orang tersebut meloncat" dengan berbagai kondisi. hal ini turut pula dijadikan foursquare untuk menjaga loyalitas para subscriber nya untuk terus berperang dengan banyak orang demi memamerkan Badge siapa yang paling banyak.

3. Pamer MAYOR

Ketika menjadi MAYOR, kebanggan sangat kuat. karena sejenak dia merasa menjadi orang paling senior ditempat tersebut (walaupun bahkan dia tidak mengenali siapa yang memiliki tempat itu :)) dan berdasarkan pengalaman saya, orang akan sangat merasa "terhina" ketika gelar tersebut berpindah tangan. hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan bentuk promosi memanfaatkan egoisme orang untuk mendapatkan gelar mayor.


so, lets check in now?

Kamis, September 23, 2010

Re-Launching akun Twitter @divhumaspolri : langkah Berani!

Waw. tentu saja saya sangat suprize ketika menerima BBM dari waizly the-marketeers yang mengundang saya mewakili IMA indonesia untuk turut hadir di acara :

Re-Launching Twitter @DivHumasPolri

Bapak Kadiv humas sedang memberikan sambutan (logo polri dan twitter bersanding. langka!)

yang jadi puncak ke-kaget-an saya bukan hanya pada undangan tersebut, tetapi isi acara yang mulai menunjukan konsistensi pemerintah untuk masuk ke era Government 2.0 (konsep dimana negara benar-benar menciptakan ranah komunikasi terbuka denagn rakyatnya).

selain tamu-tamu resmi polri, turut hadir pula disana beberapa blogger yang cukup terkenal. seperti @aldosianturi @salsabeela @kerjakreatif @leonisecret @tweative dan tentunya @the-marketeers yang ikut punya hajat. :) ini menandakan bahwa POLRI telah masuk ke masa dimana mereka tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai target konsumen yang terus dicekoki berita. melalui para blogger (yang terkesan blak-blakan kalau memberitakan) POLRI menciptakan sebuah keterikatan dalam konteks sharing. mereka istilahnya membuka gerbang untuk kita masuk dan melihat-lihat lebih dalam (tapi tentu ada "rumah-rumah yang tetap harus tertutup pintunya")

penjelasan akun twitter polri

Acara dimulai dengan sambutan dari Kadiv humas polri bapak irjen pol iskandar hasan. beliau memaparkan harapan besar mengenai keputusan polisi masuk keranah social media ini. polisi ingin menjadi pihak yang benar benar BERTEMAN dengan rakyatnya dari segala hal. termasuk dipercaya apabila mengeluarkan sebuah HEADLINE lewat tools apapun juga. hal ini diikuti oleh penjelasan akun twitter oleh perwakilan humas (yang secara pribadi menurut saya masih harus banyak yang diperbaiki, ayo pak polisi ajak blogger2 dan tweeps jadi konsultan! hahaha)

Acara dilanjutkan oleh Sambutan Beberapa kata dari suhu HERMAWAN KARTAJAYA @hermawank yang memaparkan pergeseran konsep legacy ke new wave yang harusnya juga diterapkan oleh organisasi resmi pemerintah sekaliber POLRI. dengan bahasa-bahasa sederhana tapi berkualitas tinggi, bapak HK memaparkan KENAPA polisi sudah harus masuk ke dunia Socmed. dan satu hal yang saya catat, "kuncinya justru ada di conversation, apabila akun masih bermental BROADCAST, akun twitter tidak lebih hanya papan pengumuman (saya langsung bersorak didalam hati)".

bersanding juga sama pak prof

nah akhir kata saya hanya bisa berkomentar bahwa ini langkah bersejarah yang harus diikuti oleh step-step bersejarah pula. selamat bagi Div humas POLRI, "SEKARANG ANDALAH MARKETER-NYA POLRI".

Selasa, September 14, 2010

SRIWIJAYA FC, menembus peringkat dunia.


kemarin saya iseng membuka situs berita. ada sebuah berita yang cukup membuat saya sangat terkejut sekaligus bangga. SRIWIJAYA FC klub sepakbola yang saya cintai (karena berasal dari daerah asal. hehehe) menembus peringkat 211 dunia. hal yang sebenarnya belum membanggakan dari sisi kacamata klub dunia tetapi lumayan dari perspektif rakyat indonesia.


hal ini kemungkinan berasal dari beberapa hasil baik yang didapatkan oleh SFC di kancah internasional (asia tepatnya). tetapi dari keseluruhan berita tersebut, yang lebih mengejutkan adalah saya melihat beberapa nama klub yang sangat familiar dikepala saya berada diposisi yang lebih rendah dari SFC.

berikut nama nama timnya:
229. hertha berlin
242. blackburn rovers
256. portsmouth
286. Parma
305. Maccabi Haifa
344. Bolton
dan lain lain..

prestasi bukan?

Perubahan penggunaan subjek

setelah lama tidak membaca blog, saya memutuskan sebuah hal kecil sebelum memulai kembali. penggunaan kata-kata "Gw" rasanya sudah harus sedikit diubah menjadi "saya" demi kenyamanan yang membaca.

terima kasih. hehehe